PENGEMBANGAN MODUL BAHASA INDONESIA BERBASIS THINK TALK WRITE DI SEKOLAH MENENGAH ATAS
DOI:
https://doi.org/10.36636/primed.v3i2.3048Keywords:
Modul, 4D, Valid, Praktis, EfektifAbstract
Pembelajaran adalah proses siswa menerima pengalaman-pengalaman baru serta pengetahuan yang baru.
Proses pembelajaran merupakan interaksi antara guru dan peserta didik dan komunikasi timbal balik yang berlangsung
dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan belajar. Di SMA Negeri 2 Lolofitu Moi masih didominasi oleh guru
dengan metode ceramah serta berpedoman pada buku paket. Tujuan dari penelitian ini adalah agar peserta didik dapat
belajar dengan mandiri dan bisa memahami materi dengan cepat karena modul memuat materi dengan ringkas, praktis
dan modul dilengkapi dengan petunjuk untuk belajar sendiri. Pengembangan modul bahan ajar berbasis think talk write
pada materi resensi telah berhasil disusun menggunakan model pengembangan 4D dengan 4 langkah yaitu: tahap define
(pendefinisian), design (perangcangan), develop (pengembangan) dan desseminate (penyebaran). Hasil penilaian
kelayakan modul bahan ajar berbasis think talk write telah memenuhi kategori sangat layak digunakan. Hasil kelayakan
ini berdasarkan dari hasil validasi yang telah dilakukan oleh ahli materi, ahli bahasa dan ahli desain. Pemerolehan hasil
validasi oleh ahli materi mencapai 96% dengan kategori sangat layak, validasi oleh ahli bahasa memperoleh nilai 100%
dan hasil validasi ahli desain sebesar 96,25%. Tingkat kepraktisan modul bahan ajar berbasis think talk write pada uji
coba perorangan sebesar 86,66% dengan kriteria sangat layak, uji kelompok kecil sebesar 90% dengan kriteria sangat
layak dan uji coba lapangan adalah sebesar 96% dengan kriteria sangat layak.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Yarniman Zai, Arozatulo Bawamenewi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.





