Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kebahagiaan pada Istri Pertama dalam Perkawinan Poligami
DOI:
https://doi.org/10.36636/psikodinamika.v3i1.1591Kata Kunci:
First Wife, Happiness, Polygamous MarriageAbstrak
Perkawinan adalah ikatan lahir dan batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk rumah tangga yang bahagia dan kekal dan didasari Ketuhanan Yang Maha Esa. Kebahagiaan adalah kepuasan yang dirasakan dalam hidup dan sering pula digambarkan untuk menilai keputusan yang disebabkan dari pemenuhan berbagai kebutuhan dan harapan-harapan. Poligami adalah seorang laki-laki yang memiliki istri lebih dari satu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kebahagiaan pada istri pertama dalam perkawinan poligami. Fokus penelitian ini pada faktor-faktor yang mempengaruhi kebahagiaan perkawinan poligami. Partisipan dalam penelitian ini sejumlah 3 partisipan yang terdiri dari NS, AJS, dan T. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan observasi. Metode pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan studi fenomenologis dengan teknik analisis data Interpretative Phenomenological Analysis. Kredibilitas data yang digunakan oleh peneliti menggunakan triangulasi sumber. Hasil dari penelitian ini adalah setiap partisipan memiliki gambaran kebahagiaan dari adanya penerimaan, keterbukaan, berpedoman pada ajaran agama, dan juga adanya komunikasi antar pasangan. Hal tersebut terjadi dikarenakan dalam memutuskan untuk bersedia dipoligami, ada yang dikarenakan mendapatkan ancaman oleh pasangan, terjadi tanpa sepengetahuan antar pasangan dan juga ada yang sudah disepakati antar pasangan. Setiap partisipan dalam penelitian ini memiliki gambaran penerimaan, keterbukaan, berpedoman pada ajaran agama, komunikasi antar pasangan yang beragam, semuanya merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi kebahagiaan perkawinan poligami. Temuan lain dari penelitian ini adalah pasangan yang menjalankan perkawinan poligami diawali dengan adanya keterbukaan, komunikasi antar pasangan berjalan dengan baik, akan lebih mudah dalam proses menerima keadaan dalam perkawinan poligami.
Referensi
Abror, K. (2016). Poligami Dan Relevansinya Dengan Keharmonisan Rumah Tangga (Studi Di Kelurahan Rajabasa Bandar Lampung). Al-´Adalah, 13(2), 227–238.
Andjariah, S. (2005). Kebahagiaan Perkawinan Ditinjau Dari Faktor Komunikasi Pada Pasangan Suami Istri. Jurnal Psikologi, 1(March), 25–27.
Falah, N., Dewanti, R., & Samudra, D. (2018). Kebahagiaan Pernikahan Pada Istri Di Dusun X Kecamatan Tulangan Sidoarjo. Proceeding National Conference Psikologi UMG, 13–18.
Fatimah, M., & Nuqul, F. L. (2018). Kebahagiaan Ditinjau dari Status Pernikahan dan Kebermaknaan Hidup Happiness Viewed from the Status of Marriage and Meaningfulness of Life. Jurnal Psikologi, 14((2)), 145–153.
Fauziah, N. (2018). Penerimaan Diri terhadap Poligami pada Istri Pertama (Sebuah Studi Kualitatif dengan Pendekatan Fenomenologis). Jurnal Psikologi, 1–13.
Fuad, M. (2015). Psikologi Kebahagiaan Manusia. Jurnal Komunika, 9(1), 112–130. Hadori, M., & Minhaji, M. (2018). Makna Kebahagiaan Dan Keharmonisan Rumah
Tangga Dalam Perspektif Psikologi. Jurnal Pengembangan Pemikiran Dan Kebudayaan, 12(1), 5–36. https://doi.org/10.35316/lisanalhal.v12i1.139
Kahija, L. Y. F. (2017). Penelitian Fenomenologis: Jalan Memahami Pengalaman Hidup. PT Kanisius.
Kurniawan, G. P., Shalikhah, S. Z., Shofiat, H., Azizah, N. N., & Mahmud Mochtar. (2021). Poligami Menurut Wahbah Az-Zuhaili dan Muhammad Syahrur. Jurnal Tana Mana, 2(1), 46–48.
Lutfiyah. (2018). Hubungan antara Kepribadian dan Kebahagiaan dengan Harga Diri sebagai Moderator. Jurnal Psikologi Teori Dan Terapan, 9(1), 17–26.
Muniroh, A. (2017). Kebahagiaan dalam Perspektif Kajian Psikologi Raos. Jurnal Studi Islam, 4(1), 1–9. http://ejournal.uin-suka.ac.id/isoshum/PI/article/view/1404.
Patnani, M. (2012). Kebahagiaan Pada Perempuan. Jurnal Psikogenesis, 1(1), 56–64.
Putri, E. W. (2018). Konsep Kebahagiaan dalam Perspektif Al-Farabi. Jurnal Thaqafiyat, 151(2), 10–17.
Usman, J. (2018). Konsep Kebahagian Martin Seligman. Rausyan Fikr: Jurnal Studi Ilmu Ushuluddin Dan Filsafat, 13(2), 359–374. https://doi.org/10.24239/rsy.v13i2.270
Yuniariandini, A. (2016). Kebahagiaan Pernikahan: Petemanan dan Komitmen. Revista Brasileira de Geografia Física, 11(9), 141–156. http://biblioteca.ibge.gov.br/visualizacao/monografias/GEBIS - RJ/RBG/RBG 1995 v57_n1.pdf%0Ahttps://periodicos.ufpe.br/revistas/rbgfe/article/view/234295
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 Farah Eza, Suwarti

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
The author who wishes to publish articles in this journal agree with the following conditions:
- Author retains the copyright and simultaneously provides the journal the first publishing rights of the manuscript under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an initial job writing and publishing statement in this journal.
- The author can include in separate additional contractual arrangements for the rich version of non-exclusive distribution of journal publications (eg posting it to the institutional repository or publishing it in a book), with recognition of publishing initially in this journal.
- The author is permitted and encouraged to post their work online (for example: in the institutional repository or on their website) before and during the submission process because it can lead to productive exchanges, as well as earlier and more powerful citations of published works. (See open access policy).


