Pelatihan Pengolahan Es Krim Fungsional Pada Petani Lidah Buaya di Desa Argodadi, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.33379/icom.v3i1.2196

Kata Kunci:

Antioksidan, Pangan fungsional, Aloe vera, Diseminasi

Abstrak

Desa Argodadi terletak di Kecamatan Sedayu, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Di desa  tersebut terdapat kelompok tani lidah buaya di dusun Demangan. Lidah buaya kaya flavonoid yang terbukti berfungsi sebagai antioksidan. Namun pengolahan pada suhu tinggi dapat menurunkan aktivitas antioksidan. Oleh karena itu pengembangan daun lidah buaya sebagai bahan es krim penting dilakukan untuk menyediakan pangan sumber antioksidan. Hasil observasi menunjukkan bahwa kelompok tani di Demangan belum memahami teknologi pengolahan es krim gel lidah buaya dan manfaatnya bagi kesehatan. Tujuan kegiatan ini adalah  memberikan pelatihan teknologi pengolahan es krim lidah buaya dan pengemasan. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, praktek dan pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengetahuan dan ketrampilan petani dalam membuat es krim lidah buaya dan manfaatnya meningkat nyata setelah pelatihan. Es krim yang dihasilkan memiliki karakteristik total solid 24.47±0.48%, gula total 8,34±0.42% dan aktivitas antioksidasi dengan nilai Radical Scavenging Activity (RSA) 11.05±0.18%, artinya es krim lidah buaya dapat sebagai pangan fungsional yang menyehatkan.

Referensi

BSN. (1995). SNI Es Krim. Jakarta: Badan Standarisasi Nasional..

BPS. (2020a). Kecamatan Sedayu dalam angka-BPS Kab.Bantul. Diakses dari : https://bantulkab.bps.go.id/publication.

BPS. (2020b). Data Kependudukan Berdasar Pekerjaan. Diakses dari: https://argodadi.bantulkab.go.id/first/penduduk/pekerjaan

AOAC. (2005). Official Methods of Analysis of the Association of Official Analytical Chemists. Marlyand: the Association of Official Analytical Chemist.

Elfiana & Suryana. (2020). Pengaruh pelatihan terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan penjamah makanan dalam penyelenggaraan makanan. Jurnal SAGO Gizi dan Kesehatan. 2(1),19-24.

Ling, Y.Y., Fun, P.S., Yeop, A., Yusoff, M.M. & Gimbuna, J. (2019). Assessment of maceration, ultrasonic and microwave assisted extraction for total phenolic content, total flavonoid content and kaempferol yield from cassia alata via microstructures analysis. Materials Today: Proceedings, 19(-), 1273–1279.

Makmun. K. (2021, 4 November). Budidaya Lidah Buaya Layak Diperjuangkan. Diakses dari https://www.wiradesa.co/budidaya-lidah-buaya-layak-diperjuangkan/

Wariyah, Ch. & Riyanto. (2012). Stabilitas Sifat Antioksidatif Lidah Buaya (Aloe vera var. chinensis) Selama Pengolahan Minuman Lidah Buaya. Agritech,. 32 (1), 73-78.

Wariyah, Ch. & Riyanto. (2016). Antioxidative activity of microencapsulated aloe vera (Aloe vera var. chinensis) powder with various concentrations of added maltodextrin. International Food Research Journal, 23(2), 537-542.

Wariyah, Ch., Riyanto & A. Slamet. (2022). Antioxidative activity of aloe vera (Aloe vera var. chinensis) powder produced using maltodextrin and gum arabic as fillers. Proceeding International Food Conference (IFC 2021) Universitas Wdya Mandala, Surabaya, Indonesia. November 3, 2021. E3S Web of Conferences. 344 (02001), 1-7.

Zulfa, N., Wijana, S. & Mulyadi, A.F. (2016). Pendugaan umur simpan produk es krim kemasan cup di PT. X S subjektif dan objektif. Diakses dari https://www.researchgate.net/publication/291349545

Unduhan

Diterbitkan

07-03-2023

Cara Mengutip

Pelatihan Pengolahan Es Krim Fungsional Pada Petani Lidah Buaya di Desa Argodadi, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. (2023). I-Com: Indonesian Community Journal, 3(1), 113-120. https://doi.org/10.33379/icom.v3i1.2196

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama