Kriteria Redesain Pola Penataan Pujasera Stadion Bandung Berdasarkan Aktivitas dan Perilaku Pengguna
DOI:
https://doi.org/10.33379/gtech.v6i2.1707Keywords:
Pujasera, Aktivitas dan Perilaku, StakeholderAbstract
Pujasera merupakan salah satu ruang publik yang dimanfaatkan masyarakat untuk kegiatan berkumpul. Salah satu contoh ruang publik di Tulungagung adalah area pujasera yang lokasinya berada di area ruko Stadion Bandung. Lokasinya memiliki potensi perekonomian yang tinggi dalam bidang perdagangan. Namun dengan dibangunnya pujasera yang belum sesuai dengan aktivitas dan perilaku pengguna, menyebabkan lokasi ini kurang diminati masyarakat. Hal ini disebabkan perancangan yang kurang berdampak pada kualitas bangunan dan perekonomian yang menurun pada owner pujasera. Dengan demikian, perlu penelitian dan redesain untuk meningkatkan kualitas pujasera berdasarkan aktivitas dan perilaku pengguna. Kegiatan redesain perlu dilakukan dengan melibatkan stakeholder serta pihak yang memiliki kepentingan. Tujuan dari penelitian ini adalah merumuskan kriteria redesain yang memaksimalkan fungsi, kualitas dan aktivitas pengguna. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dan triangulasi. Dengan proses analisa, menghasilkan 9 aspek dan kriteria redesain yang dapat diimplementasikan pada lokasi sesuai dengan aktivitas, perilaku pengguna, kebutuhan dan tujuan redesain.
References
Aaker, David A. (2000).Manajemen Ekuitas Merek. Jakarta: Spektrum Mitra Utama.
Bingtoyo, Felyn Karina, et al .(2018). Perancangan Arsitektur Interior Dapoer Noesantara Food Court di Jember. Jurnal Kreasi, Vol.4, No.1, Oktober, 133-153. Diakses pada https://journal.uc.ac.id/index.php/KREASI/article/view/943
Cooper, John Fketcher, David Gilbert dan Stephen Wanhill. (1995). Tourism, Principles and Practice, Logman, London.
Darjosanjoto, Endang Titi Sunarti. (2012). Penelitian Arsitektur di Bidang Perumahan dan Permukiman, 2nd edition. Surabaya: ITS Press.
Darmawan, Edy. (2003). Teori dan Kajian Ruang Publik Kota. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Frick, H., & Suskiyanto, B.(2007). Dasar-Dasar Arsitektur Ekologis. Yogyakarta: Kanisius.
Groat,L dan Wang,D. (2013). Architectural Research Methods. 2nd edition. United State of America: Canada:John Wiley and Sons,Inc.
Haryadi & Setiawan, B.(2020).Arsitektur Lingkungan dan Perilaku, Proyek Pengembangan Pusat Studi Lingkungan. Yogyakarta:Gadjah Mada Univ.
Hemanda, Endang Putrid an Ginting, Nurlisa. (2020). Design of Culinary Tourism and Shopping Center in Tongging Village (Green Architecture). Jurnal Koridor: Jurnal Arsitektur dan Pekotaan, Vol.11 No. 02, 41-52. DOI: https://doi.org/10.32734/koridor.v11i02.4589
Iqbal, Muhammad. (2019). Pusat jajanan serba ada (pujasera) dengan pendekatan arsitektur tepian air. Jurnal Jom FTEKNIK Volume 6 edisi 2 juli s/d Desember. Diakses pada https://www.scribd.com/document/514000907/26288-51030-1-SM-1
Kolcaba, Katharine.(2003). Comfort theory and practice: a vision for holistic health care and research. New York:Springer, Publishing Company.
Moughtin, Cliff. (1999). Urban Design: Method and Techniques.London : Routledge.
Mulyandari, Hestin. (2010). Pengantar Arsitektur Kota. Yogyakarta:Penerbit Andi.
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 06/PRT/M/2007 Tentang Pedoman Umum Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2021 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 15/PRT/M/2012 Tentang Pedoman Rencana Tata Ruang Kawasa Strategis Nasional
Purwanto, Edi. (2014). Privatisasi Ruang Publik dari Civic Centre menjadi Central Business District (Belajar dari Kasus Kawasan Simpang Lima Semarang). Jurnal Tata Loka, Vol.16, No.3, Agustus, 153-167. DOI: https://doi.org/10.14710/tataloka.16.3.153-167
Radjawali, Irendra. (2004). Pemahaman Terhadap Pola Aktifitas Ekonomi Untuk Mengidentifikasi dan Melakukan Manajemen Konflik pada Ruang Terbuka Publik, Proseding Makalah Simposium Nasional “Managing Conflicts in Public Spaces Through Urban Design, hal. 83-91. Diakses dari https://www.academia.edu/38175552/Prosiding_Semiloka_UNS_2018_DENGAN_SAMPUL_pdf
Saputri, Diyah Ayu. (2019). Rearrangement of Tulungagung Sidem Beach Area Based on Sustainable Coastal Tourism. IJERAT: International Journal of Engineering Research and Advanced Technology. Vol.5, Issue 7, Month Juli, 43-54. DOI:
https://doi.org/10.31695/IJERAT.2019.3473
Septaningtyas, Rini.S. dkk, (2021).Kajian Potensi Wisata Kuliner Pantai Ampenan, Sade, Vol.1, No.1 April. ISSN 2776-4621. DOI: https://doi.org/10.29303/sade.v1i1.6
Sutedja, Tety R,. (2006).Ayo Jadi Juragan Usaha Rumah Makan. Jakarta: Tanda Baca.
Tyas, Agnes Siwi Purwaning. (2017). Identifikasi Kuliner Lokal Indonesia dalam Pembelajaran Bahasa Inggris. Jurnal Pariwisata Terapan. Vol.1, No.1, 1-14. DOI: https://doi.org/10.22146/jpt.24970
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Diyah Ayu Saputri, Ela Rolita Arifianti, Firda Sonia Damayanti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.









